Senin, 10 Agustus 2026

BGN Wajibkan Guru Ikut Santap MBG Bersama Siswa, Keamanan Pangan Diperketat

 

Makan Bergizi Gratis (MBG) phot by radar kediri


JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah. Salah satu arahan terbaru yang diberikan adalah meminta guru ikut makan bersama siswa saat menu MBG dibagikan.

Kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memastikan makanan diterima dan dikonsumsi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan kualitas pangan sekaligus sarana pembelajaran perilaku bagi peserta didik.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa guru diharapkan berada bersama siswa ketika waktu makan berlangsung. Menurutnya, kegiatan makan bersama di dalam kelas dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan berbagai kebiasaan positif, seperti tertib saat mengambil makanan, menjaga kebersihan, serta menerapkan etika ketika makan.

Selain berfungsi sebagai pendamping, guru juga dinilai mempunyai peran penting dalam memastikan kondisi makanan sebelum dikonsumsi para siswa. Guru diminta melakukan pengecekan secara langsung terhadap makanan yang akan diberikan.

Apabila terdapat makanan yang dinilai tidak layak atau menimbulkan keraguan dari sisi keamanan dan kualitas, makanan tersebut harus dihentikan pemberiannya kepada siswa.

BGN Siapkan Label Batas Aman Konsumsi

Untuk memperkuat pencegahan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat makanan, BGN juga akan menerapkan sistem penandaan batas waktu konsumsi.

Mulai pekan berikutnya, wadah makanan atau ompreng yang digunakan dalam program MBG akan diberi label yang menunjukkan batas waktu aman makanan tersebut untuk dikonsumsi.

Penerapan batas waktu tersebut bertujuan mengurangi kemungkinan makanan dikonsumsi setelah melewati masa aman. Jika waktu yang tertera pada label telah terlampaui, makanan tidak diperbolehkan untuk diberikan maupun dikonsumsi.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya BGN dalam memperketat standar keamanan pangan selama pelaksanaan program MBG.

Siswa Dilarang Membawa Pulang Lauk MBG

BGN juga kembali mengingatkan agar makanan MBG tidak dibawa pulang oleh siswa. Larangan tersebut termasuk untuk lauk seperti telur maupun ayam yang terkadang sengaja disisihkan siswa untuk diberikan kepada keluarganya.

Meski tindakan tersebut dapat muncul karena keinginan berbagi dengan orang tua atau anggota keluarga di rumah, makanan MBG memiliki ketahanan yang terbatas. Setelah berada di luar kondisi penyimpanan yang sesuai, kualitas dan keamanan makanan dapat mengalami penurunan.

Karena itu, siswa diminta menghabiskan makanan MBG di sekolah sesuai waktu yang telah ditentukan dan tidak menyimpan atau membawa pulang sisa makanan.

Guru juga diminta ikut memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai ketentuan tersebut. Edukasi kepada wali murid dinilai penting agar keluarga memahami bahwa membawa pulang makanan yang telah melewati batas waktu konsumsi dapat menimbulkan risiko kesehatan.

BGN menekankan bahwa niat berbagi makanan merupakan hal positif, tetapi harus tetap dilakukan dengan memperhatikan prosedur keamanan pangan. Dengan pengawasan guru, edukasi kepada siswa dan orang tua, serta penerapan batas waktu konsumsi, pelaksanaan program MBG diharapkan berlangsung lebih aman dan sesuai standar.

(Red/hep)

Minggu, 09 Agustus 2026

Karhutla Meluas, Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara

 

Gunung Bromo




PROBOLINGGO – Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo ditutup sementara menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Balai Besar TNBTS memutuskan menutup seluruh jalur masuk menuju kawasan wisata Gunung Bromo sebagai langkah untuk mendukung proses penanganan kebakaran sekaligus mengutamakan keselamatan pengunjung.

Kebijakan tersebut tertuang dalam pengumuman bernomor PG.18/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026. Pengumuman mengenai penutupan tersebut disampaikan melalui situs web serta sejumlah kanal media sosial resmi Balai Besar TNBTS.

Sebelumnya, penutupan mulai diberlakukan pada Senin (3/8) pukul 22.00 WIB. Pada tahap awal, hanya sejumlah akses wisata yang ditutup karena adanya titik kebakaran di kawasan taman nasional.

Seiring perkembangan kondisi kebakaran, kebijakan kemudian diperluas. Mulai Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB, seluruh pintu masuk menuju kawasan wisata Gunung Bromo dinyatakan ditutup.

Penutupan tersebut mencakup jalur Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, serta seluruh akses lain yang menjadi pintu masuk wisatawan menuju kawasan Bromo.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan bahwa penutupan total dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan karhutla yang terjadi di sekitar Kaldera Gunung Bromo.

Selain mendukung proses pemadaman, keputusan tersebut juga berkaitan dengan aspek keamanan dan keselamatan wisatawan selama kondisi kawasan belum memungkinkan untuk menerima kunjungan.

Balai Besar TNBTS belum menetapkan tanggal pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo. Aktivitas wisata baru akan dipertimbangkan kembali setelah kondisi dinilai aman dan upaya penanganan kebakaran berjalan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, wisatawan yang sebelumnya telah melakukan pembelian tiket melalui sistem pemesanan daring TNBTS tidak perlu khawatir kehilangan hak kunjungannya. Mereka diberikan pilihan untuk mengubah jadwal perjalanan atau mengajukan pengembalian biaya tiket.

Proses reschedule maupun refund dapat dilakukan dengan mengisi formulir yang disediakan oleh Balai Besar TNBTS melalui admin aplikasi pemesanan tiket daring.

Balai Besar TNBTS juga meminta masyarakat, wisatawan, serta pelaku usaha jasa wisata untuk sementara tidak melakukan aktivitas di kawasan tersebut selama masa penutupan.

Masyarakat juga diimbau ikut menjaga kawasan taman nasional dari ancaman kebakaran, terutama dengan lebih berhati-hati dalam penggunaan api di sekitar kawasan hutan.

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo sendiri mulai dilaporkan pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi awal kebakaran disebut berada di Blok Bantengan yang termasuk wilayah Ranupani, Kabupaten Lumajang.

Pada awal kejadian, Balai Besar TNBTS hanya menghentikan sementara akses melalui tiga pintu masuk, yakni Jemplang dan Coban Trisula di wilayah Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Namun karena kondisi kebakaran berkembang, pembatasan kemudian diperluas hingga mencakup seluruh pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kapan kawasan Gunung Bromo akan kembali dibuka untuk wisatawan. Keputusan pembukaan akan menyesuaikan perkembangan kondisi kebakaran serta hasil evaluasi aspek keselamatan kawasan.

(Red/hep)

Sabtu, 08 Agustus 2026

Kebakaran Melanda Kawasan Jembatan Babat-Widang, 7 Armada Damkar Dikerahkan


Kebakaran melanda bangunan semi permanen di bawah dan atas Jembatan Babat-Widang, Jalan Tambangan, Kelurahan Babat Lamongan-(by memorandum co.id)-


LAMONGAN
– Kebakaran melanda sejumlah bangunan semi permanen yang berada di bawah dan atas Jembatan Babat-Widang, Jalan Tambangan, Kelurahan Babat, Kabupaten Lamongan, Sabtu (8/8/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi.

Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, api awalnya muncul dari tumpukan sampah yang terbakar di belakang salah satu warung di bawah jembatan.

Kondisi angin yang cukup kencang turut membuat api cepat menjalar ke bagian bangunan lainnya.

“Menurut saksi, api pertama kali dari tumpukan sampah terbakar di belakang warung bawah jembatan. Angin kencang dari selatan ke utara membuat api cepat merambat ke atas,” jelasnya.

Bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan triplek membuat kobaran api semakin cepat membesar. Kondisi tersebut juga menyulitkan proses pemadaman.

Untuk menangani kebakaran, petugas mengerahkan tujuh unit armada pemadam kebakaran serta dua unit kendaraan suplai air.

Armada yang diterjunkan terdiri dari lima unit Damkar Lamongan, masing-masing satu unit dari Bojonegoro dan Tuban, serta dua unit dari BPBD.

Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah bersama personel Polsek Babat, Satlantas Polres Lamongan dan sejumlah instansi terkait turut berada di lokasi.

Petugas melakukan pengamanan kawasan, mengatur arus lalu lintas serta membantu kelancaran mobilisasi kendaraan pemadam kebakaran menuju titik api.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pembasahan hingga sekitar pukul 21.30 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Api padam pukul 18.30 WIB, pembasahan selesai 21.30 WIB. Dilanjut pemasangan police line,” ungkap Hamzaid.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah bangunan dan barang milik warga mengalami kerusakan akibat dilalap api.

Bangunan yang terdampak meliputi warung, tempat usaha, mushala serta pangkalan ojek. Dua unit sepeda motor yang berada di pangkalan ojek juga ikut terbakar.

Sebelum armada pemadam tiba, warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas.

“Tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil masih didata,” tambah Hamzaid.

Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan terhadap kerugian akibat kebakaran. Sementara penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan.

Polres Lamongan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman maupun bangunan semi permanen yang menggunakan material mudah terbakar.

(Red/Lis)


Belajar Tak Lagi Monoton, Guru Bisa Manfaatkan Beragam Media Digital

  

Ilustrasi platform Quizizz sebagai media pembelajaran digital yang menyediakan kuis interaktif untuk mendukung proses belajar (by radar kediri)


KEDIRI
– Perkembangan teknologi digital turut membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Proses belajar mengajar kini tidak lagi hanya mengandalkan buku teks dan metode pembelajaran konvensional, tetapi juga mulai memanfaatkan berbagai platform digital yang lebih interaktif.

Kehadiran media pembelajaran berbasis teknologi memberikan peluang bagi guru untuk menyampaikan materi dengan cara yang lebih beragam. Di sisi lain, peserta didik juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan tidak monoton.

Berbagai platform digital dapat dipilih sesuai kebutuhan pembelajaran. Guru tidak harus menggunakan satu jenis media untuk seluruh materi, melainkan dapat menyesuaikannya dengan karakter pelajaran serta kemampuan peserta didik.

Salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Quizizz. Media tersebut memungkinkan guru membuat kuis interaktif untuk digunakan sebagai sarana evaluasi maupun tugas mandiri.

Model kuis yang lebih interaktif dapat membuat proses evaluasi terasa berbeda dibandingkan pengerjaan soal secara konvensional. Guru juga dapat melihat hasil pengerjaan peserta didik secara lebih cepat sehingga proses penilaian menjadi lebih praktis.

Selain Quizizz, terdapat Wordwall yang menawarkan beragam aktivitas pembelajaran berbasis permainan.

Guru dapat membuat berbagai bentuk latihan, mulai dari kuis, teka-teki silang, mencocokkan pasangan, hingga permainan roda acak. Materi yang sebelumnya disampaikan secara teoritis dapat dikemas menjadi aktivitas yang lebih menarik.

Penggunaan permainan dalam pembelajaran juga dapat mendorong peserta didik untuk lebih aktif mengikuti kegiatan di kelas. Dengan format yang bervariasi, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan soal atau aktivitas yang diberikan.

Media digital lainnya yang dapat digunakan adalah booklet digital. Berbeda dengan platform kuis, booklet digital lebih berfungsi sebagai sarana penyampaian materi dalam format buku elektronik.

Materi di dalam booklet dapat dilengkapi dengan berbagai elemen pendukung, seperti foto, ilustrasi, infografis, video, tautan, maupun QR Code.

Kehadiran elemen tersebut memungkinkan guru menyediakan materi pembelajaran yang lebih kaya. Peserta didik juga dapat mengakses bahan belajar tambahan tanpa harus membawa buku fisik.

Booklet digital memiliki kelebihan lain karena dapat dibagikan secara mudah melalui perangkat digital. Siswa dapat membukanya menggunakan komputer, tablet, maupun telepon genggam sesuai perangkat yang tersedia.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tetap membutuhkan perencanaan. Penggunaan media digital bukan semata-mata untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.

Guru perlu mempertimbangkan jenis materi, karakteristik peserta didik, fasilitas yang tersedia, serta kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi.

Quizizz, misalnya, lebih sesuai untuk kegiatan evaluasi dan latihan interaktif. Wordwall dapat dimanfaatkan ketika guru ingin menghadirkan aktivitas belajar berbasis permainan, sedangkan booklet digital lebih cocok digunakan untuk menyampaikan materi secara terstruktur.

Dengan pemilihan media yang tepat, teknologi dapat menjadi alat pendukung yang membantu guru menciptakan proses pembelajaran yang lebih fleksibel dan menarik.

Pada akhirnya, teknologi bukanlah pengganti peran guru. Teknologi berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat proses pembelajaran sehingga guru dapat lebih mudah menyampaikan materi dan siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar secara aktif.

Pemanfaatan media digital secara bijak diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis sekaligus membantu peserta didik mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

(Red/lis)

Jumat, 07 Agustus 2026

Api Berkobar dari Garasi, Rumah Warga Bangsongan Kediri Ludes Terbakar

Warga berada di rumah yang dilalap api di Desa Bangsongan, Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri Jumat malam (7/8)/Foto: by radar jatim


KEDIRI
– Kebakaran hebat terjadi di Dusun Bangsongan, Desa Bangsongan, Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri, Jumat (7/8) malam. Kobaran api menghanguskan sebuah rumah milik Anas Muladi (60) beserta hampir seluruh perabot di dalamnya.

Tidak hanya bangunan rumah, api juga melalap sejumlah kendaraan yang berada di area garasi. Sedikitnya lima kendaraan ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Akibat kejadian itu, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan laporan kebakaran diterima Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Pare sekitar pukul 20.24 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

"Begitu laporan diterima, petugas langsung melakukan persiapan dan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman," kata Kaleb.

Menurutnya, rumah tersebut diketahui dihuni oleh tiga orang. Dalam kejadian tersebut, Anas Muladi mengalami luka berat. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Aura Syifa untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, dua penghuni lainnya berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan. Perabot rumah tangga yang berada di dalam rumah juga tidak luput dari amukan api.

Kondisi semakin parah karena di dalam garasi terdapat sejumlah kendaraan. Berdasarkan pendataan sementara, kendaraan yang terbakar meliputi dua unit truk, dua minibus, satu jeep, serta dua sepeda motor.

Petugas memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp1 miliar. Sedangkan aset yang masih dapat diselamatkan ditaksir bernilai sekitar Rp600 juta, termasuk bagian bangunan yang tidak terdampak langsung oleh api.

Untuk mengendalikan kobaran api, petugas mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Dua unit berasal dari Pos Damkar Pare, satu unit dari Pos Damkar Grogol, dan satu unit lainnya merupakan bantuan dari Damkar Kota Kediri.

Sebanyak kurang lebih 17 personel dilibatkan dalam proses pemadaman. Petugas berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan upaya pendinginan agar bara tidak kembali menyala.

Dugaan sementara, api pertama kali muncul dari salah satu kendaraan yang berada di garasi. Api kemudian merambat ke bagian lain hingga akhirnya membakar bangunan utama rumah.

"Untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan aparat terkait," jelas Kaleb.

Selama proses pemadaman berlangsung, petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan pemutusan aliran listrik di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya keselamatan sekaligus mencegah munculnya risiko tambahan selama petugas melakukan penanganan.

Kesaksian warga sekitar turut menguatkan dugaan bahwa sumber api berasal dari area garasi. M. Tohri, salah seorang tetangga korban, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah melihat kobaran api yang sudah membesar.

Menurutnya, api terlihat pertama kali dari bagian garasi sebelum kemudian menjalar menuju bangunan utama rumah.

"Titik api terlihat dari garasi. Untungnya api tidak sampai merambat ke rumah saya yang berdempetan," ungkapnya.

Kondisi di sekitar lokasi cukup mengkhawatirkan karena selain bangunan rumah yang saling berdekatan, di depan rumah korban juga terdapat pom mini. Warga pun berupaya menjauh dari lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan api semakin membesar.

Petugas mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih saat kondisi cuaca cenderung kering. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta memastikan kendaraan dan sumber bahan bakar berada dalam kondisi aman dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.

Masyarakat juga diminta tidak menyimpan bensin maupun solar secara sembarangan, terutama di dekat sumber panas atau instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan percikan.

Hingga proses penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.(red/lis)

Baru Lima yang Ajukan Rekomendasi, 38 Agenda Karnaval Sound System Beredar di Kediri


Satgas saat lakukan pengawasan kegiatan pawai sound. (Foto Satpol PP Kabupaten Kediri)


KEDIRI
– Antusiasme masyarakat Kabupaten Kediri menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terlihat. Puluhan agenda karnaval dengan penggunaan sound system telah beredar di tengah masyarakat.

Namun, dari sekitar 38 agenda yang informasinya sudah beredar, baru lima kegiatan yang secara resmi mengajukan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Kediri hingga Jumat (7/8).

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan sebagian besar panitia lainnya masih sebatas melakukan konsultasi. Mereka menanyakan prosedur serta persyaratan yang harus dipenuhi sebelum menggelar kegiatan.

"Baru lima yang mengajukan rekomendasi. Yang lainnya masih berkonsultasi dan menanyakan mekanismenya," ujar Kaleb.

Lima kegiatan yang telah mengajukan rekomendasi tersebut memiliki jadwal pelaksanaan berbeda. Dua di antaranya bahkan telah berlangsung, sementara tiga kegiatan lainnya dijadwalkan digelar mulai akhir pekan ini hingga pekan depan.

Beberapa lokasi yang masuk dalam pengajuan tersebut antara lain Payaman, Kecamatan Plemahan, Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Banjarjo, Kecamatan Ngadiluwih, serta Krecek, Kecamatan Badas.

Di sisi lain, agenda karnaval menggunakan sound system yang beredar di masyarakat jumlahnya jauh lebih banyak. Tidak hanya dijadwalkan berlangsung selama Agustus, sejumlah kegiatan bahkan telah direncanakan hingga September dan Oktober mendatang.

Kaleb menegaskan, munculnya jadwal atau poster kegiatan di tengah masyarakat tidak serta-merta menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah mengantongi izin.

Menurutnya, panitia bisa saja telah menyusun jadwal jauh hari, sementara pengurusan rekomendasi baru dilakukan mendekati hari pelaksanaan. Karena itu, Satgas tetap menjadikan dokumen pengajuan resmi sebagai dasar untuk mengetahui kegiatan yang telah memenuhi prosedur.

"Kalau terkait jadwal yang beredar, belum bisa menjadi dasar. Kami berpegang pada kegiatan yang sudah mengajukan secara resmi," jelasnya.

Untuk mendapatkan rekomendasi, panitia harus mengajukan permohonan kepada satgas yang sekretariatnya berada di Satpol PP Kabupaten Kediri. Pengajuan tersebut harus dilengkapi proposal kegiatan dan sejumlah dokumen persyaratan lainnya.

Rekomendasi dari satgas menjadi salah satu bagian yang diperlukan panitia dalam proses pengurusan izin keramaian kepada kepolisian.

Apabila terdapat kegiatan yang tetap dilaksanakan tanpa mengantongi izin, satgas akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Koordinasi dilakukan bersama Polres Kediri maupun Polres Kediri Kota sesuai wilayah pelaksanaan kegiatan.

"Satgas akan berkoordinasi dengan institusi yang memiliki kewenangan memberikan izin keramaian. Penindakan nantinya menjadi kewenangan institusi terkait," tegas Kaleb.

Pemerintah Kabupaten Kediri mengimbau seluruh panitia karnaval tidak mengabaikan proses perizinan. Selain untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, pengurusan izin juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Panitia juga diminta melengkapi seluruh persyaratan, termasuk memenuhi ketentuan penggunaan sound system yang telah ditetapkan.

Sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum karnaval digelar. Di antaranya memperoleh rekomendasi dari satgas serta mendapatkan persetujuan masyarakat yang rumahnya berada di sepanjang rute pawai.

Panitia juga wajib memastikan peserta mengenakan pakaian yang sopan serta menyediakan lokasi parkir bagi masyarakat yang datang menyaksikan kegiatan.

Selain itu, kegiatan tidak boleh diwarnai konsumsi minuman keras, penggunaan atribut perguruan silat, maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan kerusakan dan gangguan keamanan.

Khusus penggunaan sound system, terdapat ketentuan mengenai batas tingkat kebisingan. Untuk kegiatan kenegaraan, pertunjukan musik, seni, dan budaya, batas maksimal yang diperbolehkan mencapai 120 dBA.

Sementara untuk kegiatan karnaval atau pawai, batas suara ditetapkan lebih rendah, yakni maksimal 85 dBA.

Tidak hanya tingkat kebisingan, dimensi sound system yang digunakan juga dibatasi. Perangkat tersebut maksimal memiliki lebar tiga meter dan tinggi 3,5 meter.

Ukuran tersebut tidak boleh melebihi kabel listrik yang melintang di sepanjang jalur yang dilewati. Panitia juga diwajibkan menyiapkan portal berbahan besi di titik awal atau start untuk memastikan dimensi sound system sesuai ketentuan sebelum kendaraan mengikuti rute karnaval.

Dengan berbagai ketentuan tersebut, panitia diharapkan tidak hanya mengejar kemeriahan acara, tetapi juga memperhatikan keselamatan, ketertiban, serta kenyamanan warga selama rangkaian perayaan Agustusan berlangsung.(red/lis)

Selasa, 04 Agustus 2026

Warga Talun Blitar Geger, Pria 51 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya


Polisi saat olah tempat kejadian perkara.(memorandum co.id)


BLITAR
– Warga Lingkungan Talun, Kelurahan Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya, Minggu (2/8/2026) sore. Korban diketahui berinisial AA (51), yang selama dua hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Peristiwa tersebut terungkap sekitar pukul 15.00 WIB setelah sejumlah tetangga merasa curiga karena korban tidak pernah keluar rumah. Padahal, sehari-hari korban dikenal sering duduk di teras rumah dan berinteraksi dengan warga sekitar.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, beberapa warga kemudian mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, sementara sepeda motor korban masih terparkir di teras.

Karena tidak mendapat respons saat dipanggil, warga berinisiatif memeriksa melalui jendela kamar tidur. Dari balik kaca, mereka melihat korban terbaring terlentang di atas kasur tanpa bergerak.

"Kami menerima laporan dari warga yang curiga karena korban sudah dua hari tidak terlihat. Saat dicek melalui jendela, korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur," ujar Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, Senin (3/8/2026).

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa yang kemudian meneruskan informasi ke pihak kepolisian. Petugas bersama tenaga medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka yang mengarah pada tindak pidana. Polisi juga tidak menemukan indikasi adanya penganiayaan pada tubuh korban.

Menurut keterangan keluarga, korban telah lama menderita penyakit jantung, bahkan menjalani pengobatan selama kurang lebih empat tahun terakhir. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah obat yang biasa dikonsumsi korban, di antaranya Aspilets dan Digonix.

"Informasi dari keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung. Di lokasi juga ditemukan obat-obatan yang biasa dikonsumsi korban untuk penyakit tersebut," jelas Saiful.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara dan keterangan keluarga, korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan untuk memastikan penyebab kematian.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan maupun permintaan autopsi.

Polisi mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat atau perangkat desa apabila mengetahui warga yang tinggal sendiri dan tidak terlihat beraktivitas dalam waktu cukup lama. Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi darurat dapat segera diketahui dan ditangani.(Red/lis)

Polres Kediri Kota Dorong Swasembada Pangan Lewat Pendampingan Petani Jagung

  


Aiptu Andik Yulianto bersama petani jagung Banjaran.-(photo by memorandum co.id)


KEDIRI
– Komitmen mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan Polres Kediri Kota melalui berbagai kegiatan di tingkat desa dan kelurahan. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjaran, Polsek Kediri Kota, Aiptu Andik Yulianto, yang turun langsung ke lahan pertanian untuk mendampingi sekaligus memberikan edukasi kepada petani jagung.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto agar seluruh personel Bhabinkamtibmas berperan aktif mendukung program strategis pemerintah, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungannya, Aiptu Andik berdialog dengan para petani mengenai perkembangan tanaman jagung yang sedang dibudidayakan. Berbagai hal dibahas, mulai dari kondisi pertumbuhan tanaman, pola pemeliharaan, kebutuhan irigasi, hingga perkiraan hasil panen yang akan diperoleh.

Selain melakukan pemantauan, ia juga memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat mengelola lahan pertanian secara maksimal serta menjaga kualitas hasil produksi. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan pendampingan serta edukasi kepada petani agar semakin termotivasi meningkatkan produktivitas pertanian. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus didukung seluruh elemen masyarakat," ujar Aiptu Andik.

Melalui pendekatan yang humanis, Bhabinkamtibmas juga mengajak para petani untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian apabila menghadapi berbagai kendala di lapangan. Baik yang berkaitan dengan keamanan lahan pertanian maupun persoalan lain yang berpotensi menghambat proses budidaya.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam menciptakan sektor pertanian yang produktif, aman, dan berkelanjutan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di tengah masyarakat. Selain menjaga keamanan lingkungan, personel juga diharapkan aktif mendukung berbagai program pembangunan, termasuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, keterlibatan langsung anggota kepolisian di sektor pertanian menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat kolaborasi dengan para petani.

"Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung di Kelurahan Banjaran, terus meningkat. Hasil panen yang optimal tidak hanya mendukung program swasembada pangan nasional, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani," tegas Kapolres.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota berharap semangat gotong royong antara aparat, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat sehingga target ketahanan pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan. (Red/lis)

Sabtu, 01 Agustus 2026

Ekstasi 25 Kg Digagalkan di Soetta, Pilot Malaysia Positif Narkoba dan Diduga Bagian Sindikat

  

Kombespol Awaludin Amin memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus penyelundupan narkotika di Bandara Soekarno-Hatta.--( by ANTARA )


TANGERANG
– Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri terus mengembangkan penyidikan kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional yang berhasil digagalkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Dalam pengembangan perkara tersebut, penyidik mengidentifikasi keterlibatan seorang oknum pilot maskapai asal Malaysia berinisial MS yang diduga menjadi bagian dari sindikat penyelundup narkoba lintas negara.

Kasus ini bermula dari pengungkapan upaya penyelundupan narkotika jenis ekstasi seberat 25 kilogram yang digagalkan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta pada 29 Juli 2026. Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan indikasi kuat bahwa aksi tersebut bukan dilakukan secara individu, melainkan melibatkan jaringan internasional yang memiliki pola operasi terorganisasi.

Kasubdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Awaludin Amin mengatakan, hingga kini tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut. Operasi pencarian difokuskan di wilayah Jakarta dengan melibatkan Bea Cukai serta sejumlah instansi terkait.

"Saat ini masih di wilayah Jakarta. Untuk itu, kami hanya mohon doa dari teman-teman semua biar kami bersama Bea Cukai dan pemangku kepentingan lainnya bisa segera mengungkap kembali," ujar Awaludin.

Menurutnya, pengungkapan jaringan ini menjadi prioritas karena diduga memiliki jalur distribusi lintas negara yang memanfaatkan berbagai moda transportasi, baik jalur udara maupun laut.

Ia menegaskan Polri berkomitmen membongkar seluruh mata rantai sindikat hingga ke aktor intelektual yang berada di balik penyelundupan narkotika tersebut.

"Komitmen kami akan terus mengejar para pelaku. Mau lewat udara hingga laut, itu saja," tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka MS, penyidik juga menemukan fakta bahwa oknum pilot tersebut positif mengonsumsi beberapa jenis narkotika. Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan keterlibatannya dalam jaringan peredaran narkoba internasional.

Dalam pemeriksaan intensif, MS mengakui telah beberapa kali menjalankan aksi penyelundupan narkotika sebelum akhirnya tertangkap. Ia mengaku pernah membawa sabu-sabu ke Sabah, Malaysia. Selanjutnya, ia kembali menyelundupkan sabu seberat tujuh kilogram menuju Jakarta.

Aksi ketiga menjadi yang terakhir setelah dirinya mencoba membawa narkotika berupa ekstasi dan sabu-sabu ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. Upaya tersebut berhasil digagalkan oleh petugas Bea Cukai yang kemudian berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Tersangka mengaku telah tiga kali membawa barang haram tersebut ke Indonesia, dengan rincian dua kali di Jakarta dan satu kali di daerah lain," ungkap Awaludin.

Penyidik kini masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk penerima barang, pengendali jaringan, hingga jalur distribusi yang digunakan sindikat dalam memasukkan narkotika ke Indonesia.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman pidana berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(red/lis)

Kasus Video Asusila Banyuwangi Hebohkan Publik, Ini Deretan Fakta dan Perkembangan Penyelidikannya


ILUSTRASI VIDEO ASUSILA - Rekaman video asusila yang menampilkan sejoli remaja berhubungan layaknya suami-istri, viral dalam beberapa hari terakhir.(by tribujatim.com)



BANYUWANGI
– Kasus video asusila yang diduga melibatkan dua pelajar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi perhatian luas masyarakat. Peristiwa ini tidak hanya memicu penyelidikan aparat kepolisian, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis keluarga serta lingkungan pendidikan para pihak yang diduga terlibat.

Polresta Banyuwangi memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan mengedepankan perlindungan terhadap anak karena kasus ini diduga melibatkan pelajar di bawah umur.

Berikut sejumlah fakta yang telah terungkap.

1. Orang Tua Pilih Mundurkan Anak dari Sekolah

Video tersebut disebut menampilkan sepasang remaja yang diduga merupakan pelajar dari dua sekolah berbeda di Banyuwangi. Informasi yang beredar menyebut pemeran perempuan merupakan siswi MAN 3 Banyuwangi, sedangkan pemeran laki-laki diduga merupakan siswa SMK Muhammadiyah 2 Genteng.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada sekolah terkait.

Menurutnya, pihak sekolah pertama kali menerima informasi mengenai video tersebut pada 19 Juli 2026 malam dan langsung mendatangi rumah siswi keesokan harinya.

Dari hasil klarifikasi diketahui kedua orang tua telah mengetahui persoalan tersebut. Karena merasa terpukul dan khawatir terhadap kondisi psikologis anaknya, keluarga memutuskan mengajukan surat pengunduran diri dari sekolah.

Siswi tersebut selanjutnya dipindahkan ke pondok pesantren untuk melanjutkan pendidikan.

"Kami mendukung langkah-langkah hukum yang sedang dilakukan," ujar Chaironi.

2. Polisi Naikkan Penanganan ke Tahap Penyidikan

Polresta Banyuwangi menyatakan laporan resmi diterima melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada 20 Juli 2026.

Sejak laporan diterima, Satreskrim melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya meningkatkan proses penanganan ke tahap penyidikan.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, menjelaskan penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti serta memeriksa berbagai pihak guna memperkuat proses pembuktian.

Karena diduga melibatkan anak di bawah umur, penanganan perkara dilakukan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan anak serta prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

3. Polisi Imbau Publik Tidak Sebarkan Identitas Anak

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menegaskan kepolisian berkomitmen menangani perkara secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas anak yang diduga menjadi korban maupun pihak yang berhadapan dengan hukum.

Larangan tersebut mencakup penyebaran nama lengkap, foto, video, alamat, maupun informasi lain yang dapat mengungkap identitas mereka.

Menurutnya, perlindungan terhadap privasi anak menjadi bagian penting dalam proses penegakan hukum agar masa depan mereka tetap terlindungi.

Polisi juga mengajak masyarakat segera melapor apabila mengetahui dugaan tindak pidana yang melibatkan anak sehingga dapat ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku.(red/lis)

Jumat, 31 Juli 2026

Misteri Gonggongan Anjing Berujung Penemuan Jenazah Peziarah di Asta Sumbersuko

 

EVAKUASI - Tim gabungan saat akan mengevakuasi  warga Desa Balung, yang ditemukan tewas d lereng pegunungan di Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Situbondo. (by tribunjatim.com)


SITUBONDO
– Suasana tenang di kawasan wisata religi Asta Sumbersuko, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, mendadak berubah duka setelah seorang peziarah ditemukan meninggal dunia di lereng perbukitan, Jumat (31/7/2026) sore.

Korban diketahui bernama Mashusi (50), warga Desa Balung, Kecamatan Kendit. Pria tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 16.00 WIB oleh sesama peziarah yang berada di sekitar lokasi.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, korban dikenal sebagai peziarah yang cukup rutin mendatangi Asta Sumbersuko. Selain berziarah, ia juga kerap mengaji dan mengambil air di kawasan yang dianggap memiliki nilai spiritual oleh masyarakat setempat.

Anggota BPBD Situbondo, Sonata, mengatakan Mashusi sudah sering terlihat datang ke lokasi tersebut.

"Berdasarkan keterangan warga, korban memang rutin berziarah ke Asta Sumbersuko sekitar dua kali dalam seminggu," ujarnya.

Ditemukan Berkat Gonggongan Anjing

Peristiwa ini bermula ketika korban berpamitan kepada rekannya untuk melaksanakan ziarah pada Jumat pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB, korban masih terlihat berada di sekitar bangunan asta dalam kondisi normal.

Namun hingga sore hari korban tak kunjung kembali. Saat salah seorang saksi hendak membuat kopi, ia mendengar suara gonggongan anjing yang terus-menerus dari arah lereng bukit di sekitar lokasi.

Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, saksi kemudian mendatangi sumber suara tersebut. Setibanya di lokasi, ia terkejut mendapati Mashusi sudah tergeletak dalam posisi tertelungkup tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kanit Reskrim Polsek Kendit, Bripka Diangga Pratama, membenarkan kronologi tersebut.

"Korban ditemukan setelah saksi mengikuti arah gonggongan anjing. Saat dicek, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.

Diduga Terjatuh Setelah Hipertensi Kambuh

Menerima laporan warga, personel Polsek Kendit bersama tim BPBD Situbondo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi korban yang berada di lereng perbukitan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan informasi dari pihak keluarga maupun warga, korban diduga memiliki riwayat penyakit hipertensi. Polisi menduga penyakit tersebut kambuh saat korban berada di kawasan perbukitan sehingga menyebabkan pusing, kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh dari tebing.

Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Korban diduga meninggal akibat terjatuh dari tebing setelah kesehatannya menurun. Jenazah langsung dievakuasi ke RS Situbondo untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang Bripka Diangga.

Polisi Imbau Pengunjung Lebih Waspada

Petugas mengimbau masyarakat yang berziarah maupun berwisata di kawasan perbukitan agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas dengan medan yang cukup terjal.

Bagi pengunjung yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi atau gangguan jantung, disarankan tidak melakukan perjalanan seorang diri agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Sementara itu, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. (Red/EI)

Kasihan Pak Min! Penjual Jamu Keliling Jadi Korban Uang Palsu, Polisi Buru Pelaku

 

PENJUAL JAMU DITIPU - K, lansia penjual jamu keliling, menjadi korban peredaran uang palsu saat menjajakan dagangan di Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Senin (27/7/2026). Kronologi kejadian terungkap.(by tribunjatim.com) 


BLITAR – Nasib nahas menimpa K (62) atau yang akrab disapa Pak Min, seorang penjual jamu keliling asal Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Hasil jerih payahnya berjualan sejak pagi hingga sore hari raib setelah menjadi korban dugaan penipuan menggunakan uang palsu oleh sepasang pembeli yang berpura-pura membeli jamu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/7/2026) saat Pak Min berkeliling menawarkan jamu di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari. Kasus ini kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah kisah korban menyebar dan memunculkan simpati dari masyarakat.

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, membenarkan adanya laporan terkait dugaan peredaran uang palsu yang menimpa pedagang jamu lansia tersebut. Saat ini, jajaran kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku.

Menurut keterangan polisi, kejadian bermula ketika Pak Min melintas di kawasan Patung Sapi, tepatnya di sekitar perempatan SD Ngaringan 3 menuju arah selatan. Saat itu, sepasang pria dan wanita yang berboncengan sepeda motor menghentikan korban dengan alasan ingin membeli jamu.

Keduanya kemudian memesan beberapa gelas jamu dengan total harga Rp15 ribu. Untuk membayar, pelaku menyerahkan selembar uang pecahan Rp100 ribu kepada korban.

Tanpa menyadari uang tersebut diduga palsu, Pak Min menerima pembayaran itu dan memberikan uang kembalian sebesar Rp85 ribu menggunakan uang asli hasil dagangannya.

Tak berhenti di situ, kedua pelaku kembali melancarkan aksinya. Mereka mengeluarkan dua lembar uang pecahan Rp100 ribu lainnya dan meminta korban menukarkannya dengan uang pecahan yang lebih kecil.

Pelaku berdalih baru saja menjual seekor sapi di pasar hewan dan membutuhkan uang kecil untuk keperluan tertentu. Karena percaya dengan alasan tersebut, Pak Min menyerahkan uang asli miliknya sebesar Rp200 ribu dalam pecahan Rp50 ribu dan nominal lebih kecil.

Sebagai gantinya, korban menerima dua lembar uang pecahan Rp100 ribu yang belakangan diketahui juga diduga palsu.

Akibat modus tersebut, Pak Min mengalami kerugian sekitar Rp300 ribu, terdiri atas uang kembalian transaksi pembelian jamu serta uang hasil penukaran pecahan yang diberikan kepada pelaku.

Setelah memperoleh uang asli milik korban, pasangan tersebut langsung meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Korban baru mengetahui dirinya menjadi korban penipuan saat mencoba menggunakan uang pecahan Rp100 ribu tersebut untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan pakan ternak. Namun, uang itu ditolak pedagang karena diduga merupakan uang palsu.

Kisah Pak Min kemudian viral di media sosial dan mengundang simpati masyarakat. Banyak warga mengajak pengguna media sosial untuk membantu dengan membeli dagangan Pak Min secara langsung sebagai bentuk dukungan atas musibah yang dialaminya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Polsek Gandusari langsung mendatangi rumah korban guna meminta keterangan dan memastikan kronologi kejadian.

Sementara itu, Satreskrim Polres Blitar kini terus melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan peredaran uang palsu yang beroperasi di wilayah tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang kecil dan pelaku UMKM, agar lebih teliti saat menerima pembayaran tunai. Pemeriksaan keaslian uang, terutama pecahan bernilai besar, dinilai penting untuk menghindari menjadi korban modus serupa. (Red. EI)

Kamis, 30 Juli 2026

Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini 9 Instansi dan Syarat Pendaftarannya


Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 untuk jalur sekolah kedinasan resmi dibuka.(by radar kediri)



KEDIRI
– Kabar baik bagi lulusan SMA/sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus berpeluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah dipastikan kembali membuka Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2026 yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menempuh pendidikan dengan ikatan dinas di sejumlah kementerian dan lembaga negara.

Meski jadwal resmi pendaftaran belum diumumkan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengisyaratkan bahwa proses seleksi akan segera dimulai. Karena itu, calon peserta diimbau mulai mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi maupun kemampuan akademik sejak sekarang.

Melalui akun Instagram resminya, @bkngoidofficial, BKN menginformasikan bahwa seleksi sekolah kedinasan tahun ini akan kembali digelar dengan melibatkan sejumlah instansi pemerintah.

Sembilan Instansi Membuka Seleksi

Berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan, terdapat sembilan kementerian dan lembaga yang dipastikan membuka penerimaan peserta didik baru melalui jalur sekolah kedinasan, yakni:

  • Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

  • Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

  • Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

  • Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas)

  • Kementerian Hukum (Kemenkum)

  • Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Badan Intelijen Negara (BIN)

  • Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Pelaksanaan seleksi mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme penerimaan peserta didik sekolah kedinasan, mulai dari pendaftaran, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), hingga penetapan hasil akhir.

Dokumen yang Harus Dipersiapkan

Agar tidak terburu-buru ketika portal pendaftaran dibuka, calon peserta disarankan mulai menyiapkan sejumlah dokumen penting, antara lain:

  • Ijazah SMA/sederajat.

  • Kartu Keluarga (KK).

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat keterangan domisili.

  • Rapor semester akhir.

  • Pasfoto terbaru sesuai ketentuan.

  • Dokumen pendukung lain sesuai persyaratan instansi yang dipilih.

Seluruh dokumen harus dipastikan valid dan sesuai dengan data kependudukan agar proses verifikasi administrasi berjalan lancar.

Persyaratan Umum Peserta

Selain melengkapi dokumen, peserta juga wajib memenuhi sejumlah persyaratan umum, di antaranya:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).

  • Sehat jasmani dan rohani.

  • Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.

  • Belum memiliki anak, termasuk belum pernah melahirkan bagi pendaftar perempuan.

  • Tidak sedang terikat ikatan dinas dengan instansi lain.

  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah lulus pendidikan.

  • Memenuhi persyaratan akademik, administrasi, serta ketentuan fisik sesuai aturan masing-masing sekolah kedinasan.

Tahapan Pendaftaran

Merujuk pada mekanisme seleksi tahun-tahun sebelumnya, proses pendaftaran akan dilakukan secara daring melalui portal SSCASN Kedinasan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Membuat akun pada portal SSCASN Kedinasan.

  2. Login menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kata sandi.

  3. Melakukan swafoto sebagai bagian dari proses verifikasi.

  4. Memilih instansi dan program studi yang diminati.

  5. Mengisi formulir pendaftaran, melengkapi biodata, memasukkan nilai rapor, serta mengunggah seluruh dokumen persyaratan.

  6. Memeriksa kembali seluruh data sebelum mengirim formulir karena data yang telah dikirim tidak dapat diubah.

  7. Menunggu hasil seleksi administrasi yang diumumkan oleh masing-masing instansi.

Sambil menunggu jadwal resmi pembukaan pendaftaran diumumkan, calon peserta disarankan memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), menjaga kesehatan, serta memastikan seluruh dokumen administrasi telah lengkap.

Persiapan yang matang sejak dini diharapkan dapat meningkatkan peluang lolos dalam persaingan seleksi sekolah kedinasan yang setiap tahunnya diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia.(Red/lis)

LSM Ratu Bidik Dugaan Pungutan di SMAN 1 Pare, Seragam dan Komite Jadi Sorotan

  



​KEDIRI — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Muda Bersatu (Ratu) menyoroti dugaan beban biaya pendidikan di SMAN 1 Pare, Kabupaten Kediri. Pihak LSM menilai penarikan uang seragam dan sumbangan komite di sekolah tersebut memberatkan para wali murid.


​Ketua LSM Ratu, Saiful Iskak, menyatakan pihaknya mengambil langkah tegas dan berencana melaporkan indikasi pungutan ini ke aparat penegak hukum (APH).


​"Kami menerima keluhan dari wali murid terkait besarnya biaya yang harus ditanggung. Langkah tegas akan kami ambil dengan melaporkan dugaan penyimpangan ini agar ada kejelasan hukum dan perlindungan bagi orang tua siswa," ujar Saiful Iskak.


​Berdasarkan informasi yang dihimpun, rincian biaya yang dibebankan kepada orang tua murid kelas X meliputi:

​Pakaian Seragam:

​Siswa Laki-laki: Rp1.940.000

​Siswa Perempuan: Rp2.200.000

​Uang Komite Sekolah:

​Imbauan Awal: Rp2.000.000

​Kesepakatan Akhir: Rp1.000.000


​Meskipun nominal uang komite telah diturunkan dari imbauan awal sebesar Rp2 juta menjadi Rp1 juta melalui kesepakatan, penarikan tersebut beserta pembelian paket seragam sekolah tetap dinilai sebagai beban finansial yang signifikan bagi sebagian wali murid.


Saiful juga menjelaskan ​Landasan Hukum dan Potensi Pasal Pidana, ​Praktik jual beli seragam oleh pihak sekolah serta penarikan dana komite yang bersifat wajib/mengikat diatur secara ketat dalam regulasi pendidikan nasional:


​Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah

​Pasal 12 huruf a: Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah.


​Pasal 10 ayat (2): Penggalangan dana oleh Komite Sekolah harus dalam bentuk sumbangan atau bantuan, bukan pungutan yang bersifat wajib, mengikat, atau ditentukan jumlah dan jangka waktunya.


​Permendikbud No. 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Adat dan Seragam Sekolah

​Pihak sekolah dilarang mewajibkan atau membebani orang tua/wali siswa untuk membeli seragam baru pada setiap kenaikan kelas atau penerimaan siswa baru.


​Potensi Pasal Pidana:

​Pasal 423 KUHP (Lama) / Pasal 488 UU No. 1/2023 (KUHP Baru): Terkait Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memaksa seseorang memberikan sesuatu atau melakukan pembayaran.


​UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 (UU Tipikor): Apabila dalam proses pengadaan atau penarikan dana tersebut ditemukan unsur pemaksaan, penyalahgunaan wewenang, atau gratifikasi yang merugikan masyarakat/negara. Terang Saiful. 


​Sesuai Pasal 1 dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) mengenai kewajiban bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, serta selalu menguji informasi (check and re-check), ruang ini disediakan untuk tanggapan resmi dari pihak Kepala SMAN 1 Pare maupun Komite Sekolah.


Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Kepala SMAN 1 Pare dan pengurus Komite Sekolah guna mendapatkan klarifikasi berimbang mengenai skema pengadaan seragam serta mekanisme penentuan sumbangan komite tersebut.(red/brm)

Rabu, 29 Juli 2026

AKBP Kresno Wisnu Putranto Resmi Disambut sebagai Kapolres Kediri Kota


Suasana penyambutan AKBP Kresno Wisnu Putranto dan istri sebagai Kapolres Kediri Kota dan Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Polres Kediri Kota menggelar prosesi penyambutan Kapolres Kediri Kota yang baru, AKBP Kresno Wisnu Putranto, Kamis (30/7). Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Kediri Kota itu menjadi simbol dimulainya estafet kepemimpinan baru sekaligus menegaskan komitmen jajaran kepolisian dalam menjaga soliditas organisasi.

AKBP Kresno Wisnu Putranto resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Kediri Kota menggantikan AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim yang kini mendapat penugasan baru. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan dihadiri pejabat utama, para kapolsek jajaran, personel kepolisian, serta pengurus Bhayangkari.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan kedatangan Kapolres baru oleh Wakapolres Kediri Kota, Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, bersama Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, Mega Caka.

Suasana semakin semarak ketika sepasang Polisi Cilik (Pocil) dari TK Kemala Bhayangkari 41 Kota Kediri memberikan pengalungan bunga kepada AKBP Kresno Wisnu Putranto sebagai tanda penghormatan dan ucapan selamat datang. Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, Aie Wisnu, menerima buket bunga sebagai simbol penyambutan.

Setelah prosesi penyambutan, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota menerima penghormatan dari jajaran personel Satuan Samapta Polres Kediri Kota. Penghormatan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus penanda dimulainya masa kepemimpinan baru di lingkungan Polres Kediri Kota.

Tradisi kemudian dilanjutkan dengan Pedang Pora, sebuah prosesi kehormatan yang menjadi bagian dari budaya organisasi Polri dalam menyambut pejabat baru. Suasana berlangsung penuh khidmat, terlebih dengan pembacaan puisi yang menggambarkan harapan besar terhadap kepemimpinan baru dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Usai melewati barisan Pedang Pora, AKBP Kresno Wisnu Putranto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota disambut dengan penampilan Tari Tradisional Cucuk Lampah. Tarian tersebut memiliki makna sebagai pembuka jalan sekaligus doa agar pemimpin baru memperoleh kelancaran, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas.

Momen penuh keakraban kembali terlihat ketika AKBP Kresno Wisnu Putranto dan Aie Wisnu disambut langsung oleh AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim beserta istri, Yani Anggi. Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan sesi perkenalan bersama seluruh pejabat utama dan para kapolsek jajaran Polres Kediri Kota.

Prosesi penyambutan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut juga mencerminkan soliditas serta kekompakan seluruh personel dalam menyambut pergantian kepemimpinan di tubuh Polres Kediri Kota.

Dalam kesempatan itu disampaikan harapan agar di bawah kepemimpinan AKBP Kresno Wisnu Putranto, Polres Kediri Kota semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan semakin dipercaya masyarakat.(Red/EI)

Soroti Dugaan Pungli dan Komersialisasi Pendidikan di Kediri, Lagi-lagi LSM RATU Layangkan Surat Pemberitahuan Aksi Damai ke Polrestabes Surabaya

 Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Muda Bersatu 



​Kediri, Jatim – Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Muda Bersatu (LSM RATU) melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Kapolrestabes Surabaya pada Selasa (28/7/2026). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas temuan investigasi mereka mengenai maraknya dugaan pungutan liar (pungli) dan komersialisasi pendidikan di tingkatan SMA/SMK Negeri wilayah Kabupaten dan Kota Kediri.


​Aksi damai yang diinisiasi oleh Ketua LSM RATU, Saiful Iskak, rencananya akan dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Sebanyak 50 peserta perwakilan LSM diproyeksikan turun ke jalan dengan titik kumpul di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.


​Selain Kejati Jatim, massa aksi menyasar tiga titik lokasi lainnya di Surabaya, yakni Gedung Negara Grahadi, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.


Dalam perencanaannya, massa aksi juga menyiapkan peraga aksi berupa bendera, banner, ban bekas, serta 10 tenda untuk menginap di halaman Gedung Negara Grahadi selama 3 hari 3 malam.


​Persoalkan Pembayaran Tanpa Kuitansi hingga Jual Beli Seragam


​Dalam keterangannya, Ketua LSM RATU Saiful Iskak menyayangkan praktik pendidikan di Kediri yang dinilai kian berorientasi pada bisnis sehingga berpotensi menurunkan kualitas belajar siswa dan mencederai prinsip keadilan serta transparansi publik.


​"Hasil tim investigasi kami menemukan indikasi maraknya pungli di sekolah SMA dan SMK Negeri di Kediri, di mana penerimaan pembayaran dari wali murid sering kali tidak disertai bukti pembayaran atau kuitansi resmi dari sekolah," tegas Saiful dalam keterangan tertulisnya.


​7 Poin Tuntutan LSM RATU


​Melalui lampiran surat pemberitahuan bernomor 031/SPAD/RATU/VII/2026, LSM RATU menyampaikan tujuh poin tuntutan utama yang ditujukan kepada instansi terkait dan aparat penegak hukum:


1. ​Transparansi Keuangan: Menuntut transparansi transaksi keuangan sekolah yang wajib dipertanggungjawabkan kepada wali murid, termasuk pemberian bukti pembayaran sah (kuitansi/struk).


2. ​Copot Kepala Cabdindik Kediri & Kepsek Terlibat: Mengusut tegas dan mengganti Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Kediri beserta jajaran, serta mencopot Kepala SMKN 1 Kota Kediri (Edi Suroto) dan SMKN 1 Ngasem (Alfin) yang dinilai memicu kegaduhan di dunia pendidikan Kediri.


3. ​Hak Kuitansi Wali Murid: Memastikan hak wali murid untuk menerima bukti pembayaran yang sah atas seluruh transaksi sekolah.


4. ​Usut Jual Beli Buku & Seragam: Mendesak Kejati Jatim segera memanggil dan memeriksa dugaan praktik jual beli buku dan kain seragam saat pendaftaran ulang siswa SMA/SMK Negeri Kediri tahun ajaran 2024–2026.


5. ​Penegakan Permendikbud No. 75/2016: Meminta Kejati Jatim memeriksa Ketua, Komite, dan Bendahara Komite Sekolah terkait potensi pungli, mengingat Komite Sekolah dilarang melakukan pungutan dan hanya diperbolehkan menerima sumbangan/bantuan.


6. ​Usut Penyelewengan Dana BOS: Mengesahkan tuntutan kepada Polda Jatim untuk memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah serta Bendahara SMA/SMK Negeri di Kediri terkait transparansi dan dugaan korupsi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) TA 2024–2026.


7. ​Audit Dana BPOPP Jatim: Meminta Polda Jatim memeriksa pihak-pihak terkait atas transparansi penggunaan dana Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) dari APBD Pemprov Jatim (Program Nawa Bhakti Satya) TA 2024–2026 yang dinilai berpotensi dikorupsi.


​Melalui aksi ini, LSM RATU berharap aparat penegak hukum (Kejati dan Polda Jatim) beserta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mengambil tindakan tegas untuk membersihkan dunia pendidikan di Jawa Timur, khususnya Kediri, dari praktik KKN dan pungli.(red/hep)

2.000 Pelajar Meriahkan Jumbara PMR Kabupaten Kediri 2026, Siapkan Generasi Relawan Kemanusiaan


RELAWAN KEMANUSIAAN - Suasana pembukaan Jumbara di Lapangan Desa Tulungrejo Kecamatan Pare, Senin (27/7/2026).(by tribunjatim.com)



KEDIRI
– Sebanyak 2.000 pelajar tingkat SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Kediri mengikuti kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) Madya-Wira Tahun 2026. Kegiatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kediri ini menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Jumbara PMR 2026 resmi dibuka di Lapangan Tulungrejo dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juli 2026. Selain menjadi ajang silaturahmi antarkontingen, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, serta semangat pengabdian para anggota PMR sejak usia sekolah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin yang mewakili Bupati Kediri mengatakan, Jumbara merupakan agenda dua tahunan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, antusiasme ribuan peserta menunjukkan tingginya perhatian sekolah terhadap pembinaan karakter melalui organisasi PMR.

Ia mengapresiasi seluruh sekolah, guru pembina, dan PMI yang terus berkomitmen menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para pelajar. Diharapkan pengalaman selama mengikuti Jumbara dapat menjadi bekal untuk berkontribusi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti 12 jenis perlombaan dan aktivitas edukatif. Materinya meliputi pertolongan pertama, dapur umum, traveling kepalangmerahan, edukasi pencegahan kenakalan remaja, hingga berbagai kompetisi yang dirancang untuk mengasah keterampilan, kerja sama tim, dan jiwa kepemimpinan.

Kepala Markas PMI Kabupaten Kediri Triatmono Wahyoe Supriadi menjelaskan, tujuan utama Jumbara bukan semata mencari juara, tetapi membentuk karakter relawan muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Menurutnya, pembinaan sejak usia sekolah menjadi langkah strategis untuk menyiapkan relawan kemanusiaan di masa depan, baik dalam kegiatan donor darah maupun penanggulangan bencana.

Selain menjadi ajang kompetisi, Jumbara juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperluas jejaring antarsekolah. Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Kediri berharap semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga mampu melahirkan relawan-relawan kemanusiaan yang tangguh dan berkarakter.(red/lis)

Senin, 27 Juli 2026

Lapas Kelas IIB Blitar Dilempari Paket Misterius Berisi Narkoba, Petugas Gagalkan Penyelundupan


IL DOBEL L: Barang bukti ratusan pil dobel L yang ditemukan petugas di area LP Blitar, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). Ratusan pil dobel L itu diduga dilempar orang tak dikenal dari luar LP. (by tribunjatim.com)



BLITAR
– Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Kelas IIB Blitar berhasil digagalkan petugas. Aksi tersebut dilakukan dengan cara melempar sebuah paket misterius dari luar tembok lapas. Berkat kesigapan petugas, paket itu berhasil diamankan sebelum sempat berpindah tangan kepada narapidana yang diduga menjadi sasaran.

Peristiwa tersebut terjadi saat petugas lapas tengah menjalankan pengawasan rutin di area dalam lembaga pemasyarakatan. Kecurigaan muncul setelah terdengar benda jatuh dari arah luar tembok. Petugas kemudian langsung melakukan penyisiran di lokasi dan menemukan sebuah bungkusan mencurigakan.

Setelah diperiksa, paket tersebut diketahui berisi barang yang diduga merupakan narkotika. Temuan itu segera diamankan sebagai barang bukti, sementara petugas langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Lapas Kelas IIB Blitar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas. Pengawasan di seluruh area, terutama titik-titik yang dianggap rawan, terus diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang. 

Selain meningkatkan patroli, petugas juga memperkuat sistem pengamanan melalui pemeriksaan rutin terhadap lingkungan lapas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen menciptakan lembaga pemasyarakatan yang bersih dari peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya.

Pihak kepolisian bersama petugas lapas kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pelemparan paket tersebut. Aparat juga menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak dari dalam maupun luar lapas dalam upaya penyelundupan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa berbagai modus penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan terus berkembang. Karena itu, sinergi antara petugas lapas dan aparat penegak hukum dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.(red/lis)

Mahasiswa Teknik Dituntut Adaptif di Era Revolusi Industri 5.0, Ini Peran Strategisnya

  

(by radar kediri)


KEDIRI
– Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa dunia memasuki era Revolusi Industri 5.0, sebuah konsep yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dengan dukungan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), big data, hingga otomatisasi. Dalam kondisi tersebut, mahasiswa teknik memiliki peran strategis sebagai calon inovator yang akan menentukan arah perkembangan industri di masa depan. 

Mahasiswa teknik tidak lagi hanya dituntut menguasai teori dan keterampilan teknis, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Penguasaan teknologi digital menjadi modal utama dalam meningkatkan efisiensi industri sekaligus menjawab berbagai tantangan yang muncul di era modern.

Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga perlu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kolaborasi. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang mampu bekerja dalam tim multidisiplin dan menyelesaikan persoalan dengan pendekatan inovatif. Soft skills tersebut menjadi pelengkap kemampuan akademik agar lulusan teknik mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. 

Perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat juga menuntut mahasiswa untuk terus beradaptasi. Kurikulum pendidikan tinggi akan terus mengalami penyesuaian agar selaras dengan kebutuhan industri. Oleh sebab itu, semangat belajar sepanjang hayat menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki setiap mahasiswa teknik agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. 

Di sisi lain, Revolusi Industri 5.0 membuka peluang yang sangat luas bagi lulusan teknik. Berbagai profesi baru bermunculan, mulai dari pengembang kecerdasan buatan, analis big data, spesialis keamanan siber, hingga pengembang robotika dan teknologi ramah lingkungan. Peluang tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis teknologi. 

Namun, peluang tersebut juga diiringi berbagai tantangan. Mahasiswa harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis, meningkatkan literasi digital, serta memahami aspek etika dalam pemanfaatan teknologi. Revolusi Industri 5.0 tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga menekankan nilai-nilai kemanusiaan sehingga inovasi yang dihasilkan harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. 

Sebagai calon insinyur dan pengembang teknologi, mahasiswa teknik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi yang mampu menjawab berbagai persoalan di bidang industri, lingkungan, kesehatan, hingga pembangunan berkelanjutan. Melalui inovasi dan kolaborasi, mereka memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di era Revolusi Industri 5.0. (red/lis)

Minggu, 26 Juli 2026

Motor Tabrak Pantat Truk Sampah DLH Surabaya, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia


Petugas gabungan melakukan evakuasi korban kecelakaan di Jalan Raya Sememi, Benowo, Surabaya--(by memorandum co.id)


SURABAYA
– Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya, Minggu (26/7). Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang bocah berusia enam tahun meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak bagian belakang truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya.

Korban diketahui berinisial IJ (6), warga kawasan Balongsari, Kecamatan Tandes, Surabaya. Saat kejadian, korban berada di atas sepeda motor Honda Beat bersama tiga orang lainnya. Kendaraan tersebut membawa pengendara perempuan, seorang perempuan lanjut usia, seorang bocah, serta seorang bayi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor dan truk sampah tersebut melaju dari arah yang sama, yakni dari barat menuju timur. Ketika sampai di lokasi kejadian, truk sampah yang dikemudikan Aan Gozali (42) berada di sisi kiri jalan.

Sopir truk diketahui menghentikan kendaraannya setelah menerima panggilan telepon. Tidak lama kemudian, sepeda motor yang datang dari arah belakang diduga kehilangan kendali sehingga menabrak bagian belakang truk sebelah kanan.

Benturan keras membuat korban mengalami luka serius, terutama pada bagian kepala. Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Petugas medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka yang dialami dalam kecelakaan tersebut.

Selain korban meninggal, salah satu penumpang sepeda motor juga mengalami luka pada bagian wajah. Korban luka kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Benowo Kompol Ikhbal Gunawan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terkait kecelakaan tersebut. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi pasti kejadian.

Kasus kecelakaan tersebut selanjutnya ditangani oleh Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Pengendara diimbau menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, memastikan kondisi kendaraan tetap baik, serta tidak membawa penumpang melebihi kapasitas demi mengurangi risiko kecelakaan.(red/lis)

Dukung Ketahanan Pangan, Polisi Sambangi Petani Jagung di Mojoroto Kediri


( by memorandum co.id)


KEDIRI
– Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Kediri Kota melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya diwujudkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo, Aiptu Suhartono, yang melaksanakan sambang ke area persawahan di Jalan RT 4 RW 2, Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Suhartono menyapa dan berdialog dengan para buruh tani yang tengah melakukan penanaman jagung. Salah seorang petani yang ditemui adalah Jumiatun (55), yang sedang bekerja bersama warga lainnya mengolah lahan pertanian.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas para petani tidak hanya sebagai bentuk pendampingan, tetapi juga memberikan motivasi agar masyarakat terus semangat mengembangkan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan. Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, Polri juga ingin memastikan hubungan yang harmonis dengan masyarakat tetap terjaga.

Aiptu Suhartono menjelaskan bahwa kegiatan sambang sawah merupakan implementasi dari semangat Polri Presisi dan program Polri untuk Masyarakat. Menurutnya, anggota kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir mendukung berbagai aktivitas positif yang dilakukan masyarakat, termasuk di bidang pertanian.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Bhabinkamtibmas untuk mendengarkan langsung aspirasi maupun kendala yang dihadapi para petani. Dengan pendekatan humanis, Polri berharap dapat membangun sinergi yang semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan sejahtera.

Kehadiran aparat kepolisian di area persawahan pun mendapat respons positif dari warga. Para petani mengaku merasa diperhatikan dan didampingi, sehingga semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Sementara itu, Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah binaannya. Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat memiliki peran penting, tidak hanya dalam menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

"Polisi bukan hanya hadir saat ada gangguan kamtibmas, tetapi juga hadir ketika masyarakat sedang membangun negeri dari sawah-sawah mereka," ujar Kompol Rudi Purwanto.

Melalui kegiatan sambang sawah ini, Polsek Mojoroto berharap kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan semangat petani, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kota Kediri.(red/lis)

Sabtu, 25 Juli 2026

Polisi Tahan Wanita Terduga Pelaku Penipuan terhadap Driver Ojol hingga Anggota TNI di Situbondo


Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Selimat Akmal.--(by memorandum co.id)


SITUBONDO
– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo resmi menetapkan seorang perempuan berinisial R (32), warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang merugikan belasan korban.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Tindak Pidana Umum (Pidum), tersangka langsung ditahan di ruang tahanan Polres Situbondo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Selimat Akmal, mengatakan penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi, korban, dan meminta keterangan dari yang bersangkutan.

"Perempuan tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan korban, termasuk meminta keterangan dari yang bersangkutan," ujar AKP Selimat Akmal, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, total kerugian yang dilaporkan para korban mencapai sekitar Rp61 juta. Korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk pengemudi ojek online (ojol) dan seorang anggota TNI.

Dalam salah satu modus yang diduga digunakan, tersangka disebut mengaku sebagai seorang dokter untuk memperoleh kepercayaan korban. Dengan cara tersebut, seorang anggota TNI berinisial NN dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp37 juta.

Penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun modus serupa yang diduga dilakukan oleh tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka langsung kami tahan di Mapolres Situbondo," tegas AKP Selimat.

Sebelumnya, pelarian tersangka berakhir setelah diamankan aparat kepolisian saat berada di sebuah hotel di Kota Situbondo pada Kamis (23/7/2026). Saat itu, ia diketahui hendak melakukan check-in bersama seorang pria yang merupakan rekannya.

Polres Situbondo memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh rangkaian dugaan tindak pidana, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.(red/lis)